Berkembangnya era pasar bebas hampir
di seluruh negara di dunia, mendorong banyak perusahaan untuk lebih giat lagi.
Sudah banyak perusahaan yang juga gulung tikar di era tersebut dan ada juga
yang melakukan rekonstruksi maupun merger dengan perusahaan lain agar tidak
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun bukan berarti dengan ada nya
rekonstruksi dan merger berarti tidak ada kendala. Banyak kendala yang akan
terjadi, salah satunya ialah ego dari perusahaan yang lebih besar. Nah atas
dasar itulah maka lahirlah SII (Strategy of Information Integration).
Apa itu SII?
SII merupakan strategi pengintegrasian sistem baik saat melakukan merger ataupun rekonstruksi perusahaan. SII juga merupakan solusi agar saat mengintegrasikan antara perusahaan besar dengan perusahaan kecil seimbang atau sesuai porsinya. Biasanya perusahaan menggunakan SII ini saat sudah tidak ada jalan lain lagi kecuali menggunakan ini. SII memiliki enam tahap dalam pengintegrasiannya.
Tahap - Tahap SII
Apa itu SII?
SII merupakan strategi pengintegrasian sistem baik saat melakukan merger ataupun rekonstruksi perusahaan. SII juga merupakan solusi agar saat mengintegrasikan antara perusahaan besar dengan perusahaan kecil seimbang atau sesuai porsinya. Biasanya perusahaan menggunakan SII ini saat sudah tidak ada jalan lain lagi kecuali menggunakan ini. SII memiliki enam tahap dalam pengintegrasiannya.
Tahap - Tahap SII
1.
Exploit Local Capabilities
Pada tahap ini,
yang perlu dilaksanakan adalah melakukan pengembangan maksimal terhadap
kapabilitas sistem informasi masing-masing organisasi. Tujuan dari dilakukannya
tahap ini adalah untuk memahami secara sungguh-sungguh batasan maksimal
kemampuan sistem informasi dalam menghasilkan kebutuhan manajemen strategis dan
operasional organisasi yang bersangkutan – baik dilihat dari segi keunggulannya
maupun keterbatasannya.
2.
Conduct Soft Integration
Pada setiap
kerjasama atau kolaborasi dua atau lebih organisasi kerap mendatangkan
kebutuhan baru. Dan ketika kebutuhan bersama ini muncul, seringkali tidak dapat
dipenuhi oleh sebuah sistem informasi yang dimiliki salah satu anggota
konsorsium. Pada saat kebutuhan baru ini berhasil didefinisikan secara jelas,
masing-masing organisasi melalui wakilnya berkumpul dan berdiskusi bersama
untuk mencari jalan keluar pemenuhan kebutuhan yang ada. Pada saat inilah
sebenarnya hakekat ”integrasi” telah dilakukan. Secara teknis yang biasa
dihasilkan adalah ide-ide solusi dalam bentuk penambahan sejumlah entitas atau
komponen sebagai jembatan antara satu sistem dan sistem lainnya tanpa harus
merusak masing-masing sistem informasi yang telah dianggap baik bekerja oleh
setiap organisasi yang ada. Keluaran sesungguhnya dalam tahap ini adalah
kepercayaan dan kesadaran akan perlunya kerjasama untuk memecahkan solusi.
3.
Share Common Resources
Langkah
berikutnya adalah melakukan evaluasi seberapa efisien dan optimum solusi yang
telah di dapat berhasil dibangun, terutama dalam kaitannya dengan pemanfaatan
beraneka ragam sumber daya organisasi. Sekali lagi para wakil dari
masing-masing organisasi akan berkumpul dan melihat bahwa banyak peluang untuk
meningkatkan kinerja solusi yang dihasilkan jika dan hanya jika adanya
”sharing” atau pola berbagi pakai antar sumber daya teknologi informasi yang
dimiliki masing-masing organisasi. Keluaran terpenting dari tahap ini adalah
mulai bergesernya pemikiran-pemikiran yang didominasi oleh faktor emosional ke
ide-ide brilian yang dipandu oleh pemikiran rasional.
4.
Redesign Process Architecture
Mencari solusi
dengan berbekal berbagi pakai sumber daya biasanya dapat dilakukan untuk
memenuhi kebutuhan pemilik kepentingan internal. Di sinilah tahap penentu
integrasi diuji kembali, karena yang akan terlibat adalah pimpinan nomor satu
dari masing-masing organisasi. Keluaran dari tahap terberat ini adalah
kesepakatan untuk melakukan kolaborasi secara lebih jauh, yaitu dengan
memperhatikan nilai (atau value) dari pemegang kepentingan utama dari seluruh
organisasi yang berkolaborasi. Ragam proses baru inilah yang akan menjadi cikal
bakal atau embrio arsitektur sebuah sistem informasi terintegrasi yang
dimaksud, yang merupakan penjelmaan ”secara tidak sadar” kumpulan sistem
informasi organisasi beragam yang ada.
5.
Optimise Network Infrastructure
Rancangan
beraneka ragam proses baru yang dihasilkan pada tahap sebelumnya tidaklah akan
berjalan secara efektif, efisien, optimal, dan terkontrol dengan baik apabila
secara fundamental tidak dilakukan penyesuaian terhadap infrastruktur
organisasi yang ada – dalam hal ini adalah arsitektur sistem informasi
terintegrasi yang dimiliki. Keluaran dari tahap optimaliasi ini adalah sebuah
sistem informasi terpadu yang dapat bekerja secara efektif melayani kepentingan
vertikal maupun horisontal. Dan tentu saja yang tidak kalah pentingnya, yaitu
semakin eratnya relasi antar organisasi yang berkolaborasi setelah melewati
sejumlah tahap sebelumnya.
6.
Transform Organisation Landscape
Tahap terakhir yang akan dicapai sejalan dengan semakin
eratnya hubungan antar organisasi adalah transformasi masing-masing organisasi.
Transformasi yang dimaksud pada dasarnya merupakan akibat dari dinamika
kebutuhan lingkungan eksternal organisasi yang memaksanya untuk menciptakan sebuah
sistem organisasi yang adaptif terhadap perubahan apapun.
sumber: http://qodel.blogspot.com/2010/11/strategy-of-information-integration.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar